Perjalanan Mengesankan ke Telag Ngebel Ponorogo

Telaga Ngebel adalah sebua danau air tawar yang terletak di kabupaten Ponorogo. Telaga ini berada di lereng gunung wilis dengan ketinggian sekitar 300 mdpl.

Cerita ini bermula saat anak anak art SMAN 1 Ponorogo mengadakan Pra Study Art di telaga Ngebel ceritanya ni latihan dulu sebelum Study ke Jogja. Kita semua janjian pukul 06.00 di sekolah untuk berangkat bareng” , tapi yah… namanya juga orang indonesia taulah kebiasanya suka telat minta ampuun. Hampir 1 jam aku nunggu temen lainya, dan alhamdulilaaah.. Akirnya apa? Mereka belum datang juga Oh My God. Sampai akhirnya kita baru berangkat pukul 07.30 . Pasukan Art yang ikut berjumlah sekitar 14 ekor. Padahal anggotanya hampir 50 anak, dan tau nggak penyebab anak lainya gak ikut? Mereka gak ikut bukan karena malam mingguan, bukan juga ngecengen pacar. Tapi mereka “REMIDI” Oh nooo. . . .
Kembali ke taufik, eh…. topik maksudnya. Perjalanan ke telaga ngebel sungguh mengesankan ditempuh 30 menit dari pusat kota ponorogo dengan kendaraan bermotor. Jalanya sih mulus mulus aja kaya pipi Nikita Willy, cuma tanjakan dan kelokannya itu loh ah. Berhasil bikin kepala kita puyeng. Aku sih kasihan aja sama kak alfian yang bonceng aku, dari tadi kalo gak gigi 2 ya gigi 3 bolak balik bolak balik. Namun di sepanjang perjalanan mata kita disuguhi pohon pohon rambutan yg berbua dgn lebatnya. Pukul 08.00 kita sampai di pintu masuk telaga, dan beruntungnya penjaga loket lagi gak tau kemana. Yah karena tiada yang lebih enak dibanding gratisan. Kita semua nyelonong aja tanpa bayar, emang gratisan itu indah banget. Karena tujuan kita mau menggambar telaga. So, kita cari tempat yg viewnya bagus dan kita milih diatas bukit jadi kita bisa melihat dgn jelas keindahan telaga dari sini. Dan, misi pun segera dilaksanakan dgn 2 senjata andalan, pensil dan buku gambar saya pun menyelesaikan tugas dgn khidmat. Dua jam sudah berlalu gambar pun juga sudah siap dikumpulkan. Tapi perut ini sedari tadi sudah berkicau seirama dgn kicauan burung di sekitar telaga Ngebel. Tanpa dikomando kita semua langsung menuju TKP di sebelah danau utk menuntaskan hasrat dan nafsu kami yg sudah tak dpt dibendung. Menu ikan nila bakar dan es jeruk menemani santap siang kami. Dan kejadian unik pun terjadi. Salah satu teman kami ada yg gak suka dgn ikan, tapi mau gimana lagi lha udah dipesen kok dari pada mubadzir. Yang membuat saya bingung, tadi katanya nggak suka ikan tapi kok di piringnya tinggal tulang doank semuanya diembat habis, kita memang tak pernah tau ‘THE POWER OF LUWE’ (lapar). Bahkan yg tadinya nggak suka berubah jadi doyan. Finally, acara makan siang telah terlaksana dgn tertib tanpa meniggalkan sebutir nasi pun diatas piring. Yeaah..itu namanya cinta kebersihan kan kebersihan sebagian dari iman. Tak terasa hujan turun dgn derasnya, suasana yang tadi ceria berubah menjadi mistis dan horor. Kabut putih turun menutupi telaga dan hutan pinus di sekelilingnya. Kami tak berani beranjak dari tempat duduk, begitupula dgn pengunjung lainya. Jarak pandang hanya sampai 20 meter, namun karena waktu yg sudah agak sore kita beranikan diri pulang menyeruak kumpulan kabut putih yg mengelilingi. Kejadian tak terduga pun terjadi, salah satu anggota ‘HILANG’. Apa….?? Semua kalang kabut bingung mencarinya. Kami takut terjadi apa apa denganya. Di luar dugaan saat kami mencari di pinggir telaga, eh dia malah nyengir sambil makan dureeenn. Dia ga tau apa kita bingun nyariin malah enak”an menikmati penderitaan kita. Sebelum sore tiba kita langsung pergi meninggalkan keindahan telaga Ngebel yg mempesona. Eits…tunggu dulu penderitaanku belum selesai. Akibat dinginya udara di sekita telaga, rasa ingin BAK pun tak terbendung. Tapi karena udah ditengah perjalanan, mana jalanya naik turun, muter muter, dan sialnya disekitarnya persawahan. Jadi gak mungkin bisa nemuin toilet. Dan inilah puncak penderitaanku, bayangin nahan BAK setengah jamm, ya setengah jaaam… Dari tadi aku hanya merem melek merem melek saking ngga tahan. Akhirnya Tuhan memberkati kami, sampai di sekolah sebelum motor berhenti aku udah loncat lari terbirit birit ke WC untuk melampiaskan hasrat yang dari tadi kutahan. Sampai disini dulu postingan pertamaku ini. Dan, jika berkunjung ke kota ponorogo dan sekitarnya jagan lupa utk mampir melepas penat di telaga Ngebel yg menyimpan keeksotisan tiada tara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s